Rabu, 12 November 2008

Dalam benak saya,” ya!, yahudi sudah menyihir fikiran saya dengan pola fikirnya.”

Bismillah,

tulisan ini untuk istri ku, Anggoro Yusuf.
semoga bisa menjadi pengalaman teman-teman.
Pemahaman tentang Islam yang saya pernah dapat.

Sering sekali saya mengkritisi islam dengan cara yang tidak semestinya.
Apa benar nanti kita masuk surga bu. Kalo enggak bagai mana?
Rugi donk, kalo dah pilih ternyata pilihan kita bukan yang terbaik.
Itulah salah satu, bentuk keingin tahuan saya terhadap islam.
Tetapi mencarinya dengan pancingan pertanyaan yang nyeleneh.

Sampai suatu hari ibu saya berkata, anakku kok bahasa dan pembicaraan kamu seperti kata-kata orang kafir.
Dan saat itu saya tidak mau berbicara tentang agama islam lagi dengan ibu saya.
Karena beliau kuliah di IAIN Jakarta. Jadi saya malas, berbincang dengan seorang yang tidak objective. Tidak mau berlogika. Hanya berdogma,….(ampuni saya ya Allah)

Dahulu saya membandingkan islam dengan yang lain,
menurut saya: terlihat sekali islam yang sangat bagus konsep dan jelas kebenarannya.
Tetapi Jika membandingkan dengan umat yang lain, sangat jelas sekali umat ini jauh tertinggal dengan umat yang lain.

Sampai suatu hari di pengajian Al hikmah, ustad habibullah berbicara :
ada seorang yahudi yang mempelajari islam.Pada akhirnya menyimpulkan kepada seorang ulama di eropa.
Yahudi :“saya kasihan dengan umat islam, sebenarnya semua masalah kehidupannya ada jawabannya dalam kitab sucinya al qur’an.”
“kondisi umat islam itu bisa diibaratkan seperti pedagan”.
“Jika berjualan minyak wangi tetapi dirinya sendiri bau, “
“jika menjual penyubur rambut tetapi kepalanya botak, “
“penjual obat tetapi dirinya sendiri sakit.”
“Tukang cukur rambut, tetapi gondrong.”

Menanggapi komentar yahudi, ulama tersebut memberi jawaban dengan tenang.
Kalau begitu menurut saya, anda sudah islam.
Tetapi yahudi itu mengingkari,
Dan ternyata selang beberapa tahun kemudian. Yahudi tersebut, masuk islam.
Subhanallah.

Tidak ada komentar: